man people woman street
Photo by Musa Zanoun on Pexels.com

Berencana berpuasa tiga hari sebelum Idul Adha? Inilah yang perlu Anda ketahui!

Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha 2022

Hari-hari puasa Muslim sebelum Idul Adha disebut niat puasa. Hari pertama, yang dikenal sebagai Niyat ul Athaab (niat puasa), adalah ketika umat Islam membuat niat untuk berpuasa. Hari kedua, yang dikenal sebagai Niyat ul Bara (awal puasa), adalah saat mereka memulai puasa yang sebenarnya. Hari ketiga, yang dikenal sebagai Niyatul Kabir (akhir puasa), menandai akhir puasa. Muslim disarankan untuk tidak makan atau minum apa pun dari matahari terbit sampai terbenam pada tiga hari ini.

Idul Adha adalah hari raya umat Islam yang penting. Ini menandai akhir dari haji, ziarah ke Mekah. Muslim berpuasa di siang hari dan merayakannya dengan makan besar di malam hari. Ada banyak cara untuk merayakan Idul Adha, tetapi salah satu cara berpuasa yang populer adalah dengan berpuasa selama tiga hari sebelum hari raya. Inilah yang perlu Anda ketahui tentang puasa selama ini:

Puasa sebelum Idul Adha adalah tradisi Muslim yang dimaksudkan untuk menunjukkan kerendahan hati dan rasa syukur kepada Tuhan. Muslim percaya bahwa puasa memungkinkan mereka untuk mengalami rasa lapar dan haus, yang membantu mereka memahami penderitaan orang-orang yang kurang beruntung. Dengan berpuasa, umat Islam juga berharap dapat memperkuat tekad dan karakter mereka.

Lebaran Idul Adha 2022 tanggal berapa?

Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 10 Juli 2022 sebagai Hari Raya Idul Adha 2022. Keputusan itu kemungkinan diambil karena hasil panel isbat yang dihadiri Kementerian Agama pada Rabu, 29 Juni 2022, di Gedung HM. Auditorium Rasjidi di Kementerian Agama.

Niat puasa Dzulhijjah dibaca saat hendak melakukan puasa sunnah Dzulhijjah menjelang Idul Adha. Puasa Dzulhijjah dilakukan pada awal bulan Dzulhijjah sesuai dengan kalender Islam.

See also  Cara membuat Google Form

Tahun ini pemerintah Indonesia menetapkan jadwal awal pelaksanaan puasa Dzulhijjah menurut penanggalan Masehi jatuh pada tanggal 1-7 Juli 2022.

Niat puasa Dzulhijjah perlu diketahui dan dibaca karena sangat menentukan nilai dari amalan yang dilakukan. Niat puasa Dzulhijjah menjadi pembeda antara perbuatan sebagai ibadah atau hanya kebiasaan belaka.

Sehingga niat puasa Dzulhijjah menjadi sangat penting dalam menentukan sah dan tidaknya puasa yang dijalani. Berbeda dengan niat puasa wajib, niat puasa Dzulhijjah yang tergolong sunnah dapat dilakukan sejak Magrib hingga pagi hari.

Pelaksanaan puasa Dzulhijjah dilandaskan dari salah satu riwayat hadits yang dikisahkan oleh Hafshah bin Umar bin Khattab RA. Puasa di bulan Dzulhijjah bahkan disebut sebagai amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW.

عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Artinya: Dari Hafshah RA, ia berkata, “Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh,” (HR Ahmad dan An Nasa’i).

Selain puasa Dzulhijjah, terdapat dua amalan lain yang duanjurkan untuk dilaksanakan sebelum Idul Adha. Yakni puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Berikut niat puasa Dzulhijjah beserta puasa Tarwiyah dan Arafah:

 

Niat Puasa Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i syahri Dzilhijjah sunnatan lillaahi ta’aalaa”.

Artinya: Saya niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaai sunnati yaumit Tarwiyyati lillaahi ta’aalaa”.

Artinya: Aku niat puasa sunnah Tarwiyah besok hari karena Allah.

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa i sunnati Arofah Lillaahi Ta’aalaa”.

Artinya: Aku niat puasa sunnah Arafah besok hari karena Allah.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Setelah mengetahui niat puasa Dzulhijjah, perlu diketahui sejumlah keutamaan puasa di bulan Dzulhijjah. Banyak keutamaan dalam melaksanakan ibadah sunnah ini.

Setiap hari umat muslim yang menjalankan puasa dengan niat puasa Dzulhijjah akan mendapatkan keutamaan yang beragam. Pasalnya, setiap hari pada awal bulan Dzulhijjah menjelang Idul Adha terjadi peristiwa besar yang menjadi momentum sejarah pergerakan umat Islam.

Pada tanggal 1 Dzulhijjah merupakan hari dimana Allah mengampuni Nabi Adam AS di Arafah. Maka, bagi umat Islam yang melakukan puasa dengan niat puasa Dzulhijjah juga akan diampuni dosa-dosanya.

Pada hari selanjutnya, tanggal 2 Dzulhijjah merupakan hari Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan nun. Maka orang yang melaksanakan puasa Dzulhijjah di hari itu sama seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.

Sementara hari berikutnya, yakni pada tanggal 3 Dzulhijjah Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria AS. Maka orang yang melakukan puasa Dzulhijjah di hari itu akan dikabulkan doanya.

Tanggal 4 Dzulhijjah merupakan hari kelahiran Nabi Isa AS. Jika melaksanakan puasa Dzulhijjah pada hari ini maka akan dihilangkan kesusahan dan dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.

Selanjutnya pada tanggal 5 Dzulhijjah, Nabi Musa AS dilahirkan dan dimuliakan munajatnya. Sehingga orang yang melaksanakan puasa Dzulhijjah di hari itu akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.

Dilanjutkan pada tanggal 6 Dzulhijjah, Allah membukakan pintu kebaikan semua nabi. Sehingga bagi orang yang melaksanakan puasa Dzulhijjah di hari itu akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

Sementara pada tanggal 7 Dzulhijjah, pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah. Maka orang yang melaksanakan puasa Dzulhijjah di hari itu akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.

 

Haruskah umat Islam berpuasa pada hari-hari Tarwiyah dan Arafah?

Ada dua hari tambahan puasa yang terjadi selama Ramadhan tetapi tidak wajib bagi semua Muslim. Hari-hari ini disebut Tarwiyah dan Arafah. Tarwiyah adalah hari ke-8 Ramadhan dan Arafah adalah hari ke-9 Ramadhan.

Niat di balik puasa pada dua hari ini adalah untuk meningkatkan pahala spiritual seseorang dan untuk memperingati perjalanan Nabi Muhammad dari Mekah ke Gunung Arafat. Beberapa Muslim memilih untuk berpuasa pada hari-hari ini, sementara yang lain memilih untuk tidak berpuasa tetapi tetap menjalankan kewajiban agama lainnya seperti berdoa dan membaca Al-Qur’an.Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Apa niat di balik puasa pada hari-hari ini?

pentingnya puasa di hari arafah

Cendekiawan Muslim telah lama menekankan pentingnya puasa pada hari Arafah. Hari ini, yang jatuh pada hari ke-9 Dzulhijjah, adalah salah satu hari terpenting dalam setahun bagi umat Islam. Ini adalah hari berkah khusus, dan puasa pada hari ini dianggap sangat bermanfaat.

Niat puasa pada hari ini dikenal dengan tarwiyah. Kata tarwiyah berasal dari akar kata ra-wa-ya, yang berarti “melepaskan dahaga”. Jadi, tujuan puasa pada hari ini adalah untuk memuaskan dahaga kita akan Allah (swt).

Puasa pada hari ini membantu kita untuk mengembangkan taqwa (kesadaran akan Tuhan), dan juga membantu untuk menghapus dosa-dosa kita. Selain itu, dikatakan bahwa puasa pada hari ini membawa pahala yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.