indonesian rupiah in close up photography
Photo by Robert Lens on Pexels.com

Rupiah Digital: Pengertian, Fungsi dan Perbedaannya dengan Dompet Digital

Saat ini, rupiah digital telah menjadi topik hangat di masyarakat. Hal ini karena Bank Indonesia (BI) sedang berusaha mempercepat penerbitan rupiah digital di Indonesia.

Definisi untuk rupiah digital

Rupiah digital adalah mata uang digital yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Secara konseptual, rupiah digital hampir sama dengan cryptocurrency. Namun demikian, harga didasarkan pada mata uang negara masing-masing.

Fungsi Rupiah Digital

Fungsi dari rupiah digital adalah untuk memudahkan masyarakat melakukan pembayaran dan transaksi secara online. Ini dapat digunakan untuk membayar barang dan jasa, serta untuk mengirim dan menerima uang secara elektronik. Rupiah digital juga dapat digunakan untuk isi ulang pulsa dan transaksi online lainnya.

Mulai Kompas.com Oscar Damawan, CEO Indodax, menilai langkah BI menerbitkan rupiah digital dapat mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi digital nasional.

“Kalau nanti BI membuat mata uang digital, akan lebih baik lagi. Karena dapat membantu menumbuhkan ekosistem digital,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26 Feb 2021).

“Karena pada dasarnya, digitalisasi hadir sebagai solusi atas masalah yang muncul selama ini. Dalam hal ini, digitalisasi akan mampu meningkatkan ekosistem keuangan,” tambahnya.

Menurut Oscar, pemerintah perlu mengembangkan sistem keuangan digital yang mudah diakses dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, langkah BI untuk memperkenalkan uang digital dapat mendorong literasi keuangan digital.

Perbedaan antara rupiah digital dan dompet digital

Mulai Kompas.com, ada sejumlah perbedaan antara rupiah digital dengan uang elektronik dan dompet digital. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

1. Rupiah digital yang dikeluarkan oleh BI

Ryan Rizaldy, direktur departemen kebijakan sistem pembayaran BI, mengatakan perbedaan antara rupiah digital dengan uang elektronik dan dompet digital terletak pada otoritas yang mengeluarkannya.

“Perbedaan yang paling sederhana adalah bahwa CBDC diterbitkan oleh bank sentral. Kartu debit adalah bank komersial yang menerbitkannya. Untuk e-money, GoPay, OVO, non-bank yang mengeluarkannya,” katanya saat konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Centre, Bali, Selasa (02.12.2020. 07.2022).

2. risiko lebih rendah

Karena rupiah digital dikeluarkan oleh bank sentral, mata uang ini memiliki risiko rendah dan lebih aman daripada e-money dan e-wallet.

“Aman di sini (CBDC) semoga sistem kepercayaan,” kata Ryan.

Penerbitan rupiah digital sebagai CBDC sedang dilakukan oleh BI karena uang digital saat ini tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, BI ingin menyediakan layanan uang digital yang aman agar masyarakat terhindar dari uang digital yang berisiko tinggi.

“Saat ini adalah era digital, sudah saatnya bank sentral kita menghasilkan uang digital,” katanya.

Apa perbedaan antara dompet digital dan rupiah digital?

Rupiah digital adalah mata uang virtual yang digunakan untuk melakukan transaksi di internet. Itu dibuat sebagai tanggapan atas semakin populernya perdagangan online dan dapat digunakan untuk membeli barang atau layanan dari pedagang yang menerimanya sebagai pembayaran. Rupiah digital juga dikenal sebagai e-rupiah, e-money, atau uang digital.

Dompet digital adalah program perangkat lunak yang memungkinkan Anda untuk menyimpan rupiah digital Anda dengan aman. Ini juga menyediakan cara bagi Anda untuk mengirim dan menerima pembayaran secara online. Dompet digital biasanya berisi informasi pribadi Anda, seperti nama, alamat, dan informasi kontak Anda. Ini juga dapat mencakup informasi kartu kredit dan detail rekening bank Anda.

Beberapa artikel tersebut dimuat di Kompas.com dengan judul “Ini Bedanya Rupiah Digital dengan Uang Elektronik dan Dompet Digital”.
Penulis: Isna Rifka Sri Rahayu
Editor: Akhdi Martin Pratama

See also  Apa itu El Nino dan dampak El Nino bagi Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published.