white oil tanks under the blue sky
Photo by Kris Christiaens on Pexels.com

Jika harga Pertalite dan subsidi surya tidak naik, apakah APBN Jebol parah?

Jika harga Pertalite dan subsidi surya tidak naik, apakah APBN Jebol parah?

Subsidi minyak dan bahan bakar surya akan meningkat minggu ini. Indonesia memiliki banyak hal yang harus dipikirkan dan dihitung sebelum menaikkan APBN.
Pejabat-pejabat menteri sedang menghitung sampai pemilihan pemerintah hari Minggu ini. Jokowi meminta agar semua orang dihitung sama-sama sehingga akan ada cukup uang untuk mendukung negara.

Opini publik khawatir tentang bagaimana pemerintah akan menentukan harga subsidi bahan bakar, baik dalam hal Pertalite dan Solar. Ini akan secara langsung mempengaruhi daya beli orang-orang yang terancam. Kami mengalami penurunan besar dalam biaya produk makanan kami karena harga makanan telah turun begitu banyak.

Ada alasan mengapa pemerintah ingin meningkatkan harga subsidi untuk bensin. Hal yang paling penting adalah menjaga APBN hidup, sehingga tidak menyebabkan inflasi yang parah.

Sangat jelas bahwa ekonomi negara ini sangat terpengaruh oleh boom komoditas yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Negara ini sekarang lebih kaya karena jumlah besar uang yang dimiliki. Tetapi ia mengalirkan banyak pendapatan dari produksi komoditas. Sulit untuk membayar subsidi yang menjadi lebih mahal.

Indonesia masih memegang harga pertalite karena konsumsi BBM menyumbang lebih dari 80% dari total bensin yang dikonsumsi di Indonesia. Ini akan memiliki dampak yang signifikan pada pemulihan ekonomi dari pandemi coronavirus (Covid-19) yang dimulai pada Januari 2019.

Tetapi Bak simalakama, ekonomi yang pulih setelah pandemi berakhir, akan membayar harga yang cukup tinggi untuk banyak subsidi. Ketika virus dikendalikan, populasi akan bergerak lebih banyak. Hal ini semakin membengkak dan akan segera berakhir.

Tidak cukup untuk menyediakan populasi dengan 23 juta ton Pertalite pada tahun 2022, perlu untuk menyediakan populasi dengan setidaknya 29 juta ton Pertalite, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebelum pandemi besar.

See also  6 Tips Untuk Membuat Kata Sandi Yang Baik

Menteri Keuangan Sri Mulyani terus mengharapkan PT First Persero untuk fokus pada pengendalian produksi pertalite dan sel surya. Beban yang akan ditanggung oleh negara tidak akan terlalu besar.

Kami berharap First Team akan dapat mengontrol pasokan bahan bakar dan subsidi lainnya. Dengan demikian APBN akan dapat menyerap semua subsidi pemerintah yang dibutuhkan dan juga bahwa departemen pemerintah lainnya akan dapat mengendalikan bisnisnya.

Tidak hanya emisi kuota yang bermasalah, tetapi juga kesenjangan antara harga jual dan aktivitas ekonomi yang mempengaruhi APBN. Harga Pertalite dijual Rp7.650 per liter, sedangkan keekonomiannya disebut Rp17.100 per liter. Jadi pemerintah ‘nombok’ Rp9.450 per liter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *